MEKANISME NYALA ATAU PADAM
PADA GEN KITA
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas dalam mengikuti
Lomba Siswa Berprestasi
Disusun Oleh :
Faisal Umar Muhtar
Asal Sekolah :
MTsS PPI 45 Rahayu
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Segala Puji bagi Allah SWT sebagai pencipta, pemelihara, penata alam semesta beserta isinya. Shalawat serta salam kepada nabi kita ya’ni Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari jaman jahiliyyah ke jaman Islamiyyah, serta menuntun umatnya kepada realisasi kehidupan yang benar menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Berkat Rahmat dan Inayah-Nya,, didorong oleh kemampuan yang Alhamdulillah pada kesempatan ini penulis dapat menyelesaikan karya tulis dengan mengangkat judul ”MEKANISME NYALA/PADAM PADA GEN KITA”
Dalam penyusunan karya tulis ini penulis menyadari sepenuhnya akan kekeliruan dan kesalahan yang terdapat didalamnya, meskipun penulis telah berusaha dengan sebaik-baiknya.
Akhirnya hanya kepada Allah SWT kita berserah diri dan semoga apa yang kita perbuat di ridhai-Nya. Amien
Bandung, April 2007
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kemajuan-kemajuan terbaru dalam bidang genetika yang tengah berkembang dengan pesat telah menarik perhatian seluruh dunia. Pengembangan sayur-mayur yang dimodifikasi secara genetik telah menimbulkan keresahan mengenai apakah makanan tersebut aman dikonsumsi atau tidak. Sementara, kelahiran seekor domba dan mamalia lain hasil klon telah memicu kontroversi mengenai kemungkinan adanya klon-klon manusia yang identik.
Kita semua memiliki bayangan tentang apa yang dimaksud dengan “Gen”, namun nyatanya kita sama sekali tidak tahu banyak mengenainya. Hingga istilah factor keturunan (Hereditas) hampir sama artinya dengan nasib atau takdir. Karakteristik-karakteristik yang diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya dianggap tidak dapat berubah. Contohnya pernyataan seperti “Memang sudah keturunan, engkau tidak bisa berbuat apa-apa lagi”. Namun Penelitian genetika telah melakukan penelitian dan menghasilkan penemuan yang luar biasa, bahwa ilmuwan-ilmuwan menunjukkan bahwa lingkungan dan factor-faktor eksternal lainnya sesungguhnya dapat merubah cara kerja gen kita. Lebih tepatnya, kita sekarang tahu bahwa gen-gen yabg dorman (tidak aktif) dapat aktif.
1.2 Perumusan Masalah
1. Apa Gen itu ?
2. Bagaimana fungsi dan struktur Gen ?
3. Apa Hubungan gen dengan sel ?
4. Bagaimana caranya megaktifkan gen positif kita ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui gen.
2. Mengetahui struktur dan fungsi gen.
3. Mengetahui Hubungan sel dengan Gen.
4. Mengetahi cara untuk mengaktifkan gen-gen positif kita.
1.4 Metode Penulisan
Langkah pertama :Mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan pembahasan
Langkah kedua :Memahami data/bahan
Langkah ketiga :Menganalisa sejumlah buku-buku yang ada
BAB 2
ASAM DEOKSIRIBONUKLEAT (ADN)
DNA merupakan polimer yang terdiri dari 3 komponen utama, yaitu gugus posfat, gula deoksiribonukleat dan basa nitrogen. Ketiga unit tersebut dinamakan Nukleotida. Walaupun unit ini sangatlah kecil, DNA dapat memiliki jutaan nukleotida yang terangkai seperi rantai. Dan DNA memiliki dua helai rantai panjang yang tediri dari kombinasi fosfat dan gula tadi. Helaian tersebut membentuk spiral dan mempunyai anak tangga yang disebut “Heliks Ganda”. Tangga tersebut tersusun dari 4 basa kimia, yaitu Adenin (A), Sitosin(B), Timin(T), dan Guainin(G). Adenin berikatan dengan timin dan guanin dengan sitosin. Ini adalah kode genetic kita, dan dipercayai mengandung semua informasi yang diperlukan untuk membentuk suatu kehidupan. Nukleus pada satu buah sel memiliki 3 milyar huruf-huruf kimia. Dan hidup kita bergantung pada informasi yang luar biasa banyaknya yang tersimpan dalam DNA kita itu.
Untuk membayangkan betapa kecilnya ukuran DNA, bayangkan jika kita dapat mengumpulkan semua DNA yang ada diseluruh dunia yang berjumlah 6 milyar orang. Kumpulan DNA tersebut hanya akan menjadi seberat satu butir beras. Dunia gen kita memang tak terhingga kecilnya.
MEMAHAMI SEL DAN GEN
Untuk memahami bagaimana kita dapat mempengaruhi gen-gen kita, marilah kita mulai dengan menilik hubungan antara sel dengan gen. Tubuh kita terdiri dari banyak sekali sel. Dalam setiap 1 kg berat badan kita terdapat 1 triliun sel. Oleh karena itu seseorang yang memiliki berat badan 60 kg terdiri dari kurang lebih 60 triliun sel.
Melihat angka tersebut saja kita sudah cukup mengejutkan, namun ada yang lebih mengagumkan lagi adalah kenyataan bahwa setiap sel tersebut mengandung gen yang sama.
Tubuh kita terdiri dari berbagai bagian yang memiliki penampilan dan fungsi yang sangat berbeda. Rambut, kulit, kuku, dll. Sepertinya hampir tidak memiliki kesamaan. Mari saya akan beri penjelasan terlebih dahulu mengenai struktur sel. Ditengah setiap sel terdapat sebuah nucleus (inti sel) yang dilapisi membran. Gen terletak didalam Nukleus. Jika kita melacak bahwa asal kita semua adalah dari sebuah sel tersebut. Satu sel membelah menjadi dua, dua menjadi empat dan begitu seterusnya. Dan selanjutnya sel-sel tersebut berdiferensiasi dan terspesialisasi sebagian menjadi tangan, kaki, otak, hati dan sebagainya. Namun pertanyaan besar pun muncul, “jika setiap sel dalam tubuh manusia memiliki informasi yang diperlukan untuk hidup, mengapa sel-sel dikuku kita menjadi kuku saja ? secara teoritis, tidaklah seharusnya. Mungkin saja sebuah sel rambut tiba-tiba memutuskan menjadi sebuah sel kuku dan sebaliknya sel kuku ingin berganti pekerjaan menjadi sel rambut? Karena setiap sel memiliki satu set data yang lengkap, pada dasarnya memang ada potensi hal ini untuk terjadi.
Namun, pada kenyataannya, hal ini tidak pernah terjadi. Selama ini dipercaya bahwa gen sel-sel kuku kita telah terprogram atau dinyalakan menjadi “mode kuku”. Sementara segala kemungkinan yang lain dinonaktifkan atau dipadamkan.
Mekanisme Nyala/ Padam
Gen dalam setiap nucleus sel mempunyai banyak sekali informasi, termasuk instruksi yang menyebutkan bagaimana cara kerjanya dalam situasi-situasi tertentu dan kapan ia harus berhenti bekerja ? Para ahli genetik menyebut instruksi-instruksi ini sebagai mekanisme nyala/ padam. Kapankah gen yang seakan-akan tak terhingga jumlahnya itu berganti antara menyala atau padam ? Sebagian dari mereka diaktifkan setelah lewatnya suatu periode waktu tertentu. Dan diduga bahwa baik lingkungan sekitar maupun keadaan emosi dan mental kita dapat mempercepat maupun menghambat proses ini. Fakta bahwa mekanisme nyala / padam ini memang nyata bukanlah sebuah hipotesis lagi.
Sekitar 50 tahun yang lalu, sebuah penemuan penting dihasilkan “ Bahwa semua makhluk hidup menggunakan kode genetic yang sama”. Hal ini membuktikan bahwa semua makhluk hidup bermula dari satu sel. Mungkin inilah mengapa begitu banyak orang yang merasa tenang saat ada dibawah pepohonan dan tanaman, karena kita mempunyai pertalian yang erat dengan pepohonan tersebut dan karena kita awalnya muncul dari sebuah sumber yang sama.
Dan jika muncul peratnyaan, Siapakah yang mengatur tombol nyala / padam ? jawabannya adalah gen kita yang akan mengaturnya. Untuk dapat memahami nyala atau padam, pertama kita harus mengenal pentingnya peran protein. Protein diklasifikasikan sebagai satu dari tiga gizi makro selain lemak dan karbohidrat. Dan protein juga memiliki peranan penting dari mekanisme nyala atau padam genetik.
Untuk memperjelas, dengan menggunakan eksperimen yang dilakukan oleh Jacob dan Monod. Perubahan yang terjadi pada saat bakteri E. Coli berubah dari memakan glukosa menjadi memakan laktosa. Saat glukosa tersedia, sebua protein penghambat khusus (Represor) yand diproduksi oleh sebuah gen regulator yang menempel pada bagian gen mulai membaca informasi genetika (Operator), sehingga mencegah gen itu membaca informasi genetic lebih lanjut.
Dengan kata lain gen tersebut dipadamkan. Namun, ketika glukosa tidak lagi tersedia dan bakteri tersebut terpaksa harus mencerna laktosa untuk mendapatkan nutrisi, gen pun berubah, sehingga mereka dapat membaca informasi. Dan represor bergabung dengan laktosa sehingga tidak lagi menghambat operator. Dan operator pun dapat mulai memproduksi laktase.
Jadi, inilah mengapa para ahli genetik menyebutnya sebagai mekanisme nyala atau padam.
AKTIFKAN GEN-GEN BERMANFAAT
MELALUI ”PEMIKIRAN GENETIK”
Di jepang terdapat sebuah peribahasa yang mengatakan bahwa “Penyakit datang dari pikiran”. Dengan kata lain, cara berfikir kita dapat menyebabkan kita sakit atau sebaliknya, membantu kita memulihkan diri. Jadi, apa yang kita pikirkan mempengaruhi cara kerja gen kita dan hal ini dapat membawa penyakit maupun kesehatan.
Lalu bagaimana cara membuat gen kita bekerja sehingga menyebabkan kita senang ? jawabannya adalah dengan menjalani setiap hari semaksimal mungkin dengan sikap yang positif. Keadaan ini akan mengaktifkan gen-gen baik kita dan menonaktifkan gen-gen buruk.
Jadi, yang penting adalah mematikan sebanyak mungkin gen-gen berbahaya dan mengaktifkan gen-gen yang membantu, membuat mereka bekerja bagi kita. Kunci untuk melakukan hal ini adalah cara berfikir kita. seorang Ilmuwan menyebut sikap ini sebagai “pemikiran genetik”, dan melalui riset dan pengalaman seorang ilmuwan, dia percaya bahwa ini adalah cara yang efektif untuk mempengaruhi gen-gen dan memperbaiki hidup kita.
PENUTUP
Alhamdilillah tugas membuat makalah telah selesai. Dan penulis meminta maaf jika pada pembuatan makalah tersebut terdapat banyak kesalahan. Karena penulis adalah manusia dan manusia tidak luput dari kesalahan.
TERIMA KASIH
Bandung, 24 April 2007
Penulis
KESIMPULAN
1. Gen adalah DNA / ADN ( Asam Deoksiribonukleat)
2. Gen terdapat dalam nucleus ( inti sel)
3. Gen kitalah yang menentukan jenis dan berapa banyak protein yang harus dibentuk
4. Gen kita yang mengatur tombol nyala atau padam
5. Gen memiki 4 basa kimia yaitu A,T,C dan G
6. Adenin berpasangan dengan timin dan Guanin berpasangan dengan Sitosin
7. Positif thinking akan membangkitkan gen-gen yang bermanfaat
8. Informasi baru dapat mengubah gen-gen kita
9. Niat baik akan member efek positif pada gen kita
10. You are What you think
Tidak ada komentar:
Posting Komentar